Masyhur, tak selamanya jadi jaminan. Begitulah yang terjadi
pada “doa berbuka puasa”. Doa yang selama ini terkenal di masyarakat, belum
tentu shahih derajatnya.
Terkabulnya doa dan ditetapkannya pahala di sisi Allah ‘Azza
wa Jalla dari setiap doa yang kita panjatkan tentunya adalah harapan kita
semua. Kali ini, mari kita mengkaji secara ringkas, doa berbuka puasa yang
terkenal di tengah masyarakat, kemudian membandingkannya dengan yang shahih.
Setelah mengetahui ilmunya nanti, mudah-mudahan kita akan mengamalkannya. Amin.
Doa Berbuka Puasa yang Terkenal di Tengah Masyarakat
Lafazh pertama:
اَللَّهُمَّ
لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ
أَفْطَرْت
”Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku
berbuka.”
Doa ini merupakan bagian dari hadits dengan redaksi lengkap
sebagai berikut:
عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ،
أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ
إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ لَكَ
صُمْتُ، وَ عَلَى رِزْقِكَ
أَفْطَرْتُ
“Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat
kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka
puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika
afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku
berbuka).”[1]
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai
dhaif oleh Syekh al-Albani dalamShahih wa Dhaif Sunan Abi Daud.